Showing posts with label KOTA AMBON. Show all posts
Showing posts with label KOTA AMBON. Show all posts

CARA MENUJU KOTA AMBON DARI BANDARA PATTIMURA (AMBON AIRPORT)

Jika kamu baru tiba di Bandara Pattimura, perjalanan menuju pusat kota Ambon cukup mudah dengan berbagai pilihan transportasi. Kamu bisa menyesuaikan dengan budget, waktu, dan kenyamanan.


📍 Jarak & Waktu Tempuh

  • Jarak: sekitar 20–35 km
  • Waktu tempuh: ±45–60 menit
  • Rute utama biasanya melewati Jembatan Merah Putih






🚐 1. Bus DAMRI (Murah & Resmi)

Pilihan paling ekonomis dan cukup nyaman.

  • Tarif: sekitar Rp50.000
  • Tujuan akhir: Lapangan Merdeka

✅ Kelebihan:

  • Murah
  • Langsung ke pusat kota

❌ Kekurangan:

  • Jadwal terbatas

👉 Cocok untuk: backpacker


🚕 2. Taksi Bandara (Nyaman & Praktis)

Tersedia langsung di luar terminal kedatangan.

  • Tarif: Rp150.000 – Rp200.000
  • Waktu: ±45–60 menit

✅ Kelebihan:

  • Langsung ke tujuan
  • Nyaman

❌ Kekurangan:

  • Lebih mahal

👉 Cocok untuk: keluarga atau perjalanan dinas


🛵 3. Ojek (Cepat & Fleksibel)

Pilihan yang semakin populer, terutama untuk perjalanan cepat.

  • Tarif: sekitar Rp80.000 – Rp150.000 (tergantung negosiasi/jarak)
  • Waktu tempuh: bisa lebih cepat dari mobil saat jalan lancar

📌 Jenis:

  • Ojek pangkalan di sekitar bandara
  • Ojek online (tergantung ketersediaan sinyal & driver)

✅ Kelebihan:

  • Lebih cepat (bisa selip di kemacetan)
  • Fleksibel, bisa langsung antar ke lokasi spesifik

❌ Kekurangan:

  • Kurang nyaman jika bawa banyak barang
  • Tidak cocok saat hujan

👉 Cocok untuk: solo traveler, perjalanan ringan, atau buru-buru


🚐 4. Angkot / Trayek HATTU - Ambon (Paling Murah)

Transportasi lokal khas Ambon.

  • Tarif: sekitar Rp15.000 – Rp20.000
  • Waktu: ±1 jam atau lebih

📌 Cara:

  • Jalan ke jalan utama dari bandara
  • Naik angkot menuju kota (biasanya transit)

✅ Kelebihan:

  • Sangat murah

❌ Kekurangan:

  • Harus transit
  • Kurang praktis

👉 Cocok untuk: traveler hemat & ingin pengalaman lokal


🚗 Tips Penting

  • Datang malam? Pilih taksi atau ojek
  • Siapkan uang tunai
  • Tanyakan tarif sebelum naik
  • Gunakan patokan tujuan seperti Lapangan Merdeka

✨ Kesimpulan

Dari Bandara Pattimura ke pusat kota Ambon, pilihan terbaik tergantung kebutuhanmu:

  • DAMRI → hemat & aman
  • Taksi → nyaman & praktis
  • Ojek → cepat & fleksibel
  • Angkot → paling murah

👉 Rekomendasi:

  • Pertama kali ke Ambon → Taksi / DAMRI
  • Solo & buru-buru → Ojek





JEMBATAN MERAH PUTIH MEMPERLANCAR PERHUBUNGAN DI KOTA AMBON

Jembatan Merah Putih atau sering juga disebut Jembatan Martafons akan segera difungsikan, Keberadaan Jembatan Merah Putih akan berdampak besar pada dunia usaha di Kota Ambon, yang mulai bangkit dalam 10 tahun terakhir, pascakonflik horizontal yang membuat berbagai sendi kehidupan masyarakat di Ibu Kota Provinsi Maluku itu porak-poranda.

Bila jembatan itu sudah dibuka untuk umum, transportasi dari Bandara Internasional Pattimura ke Pusat Kota Ambon atau sebaliknya akan makin lancar. Tanpa itu, waktu berkendara yang dibutuhkan sekitar 1-1,5 jam, tergantung pada kelancaran lalu lintas jalan putar atau tingkat kepadatan di pelabuhan feri Galala-Poka yang selama ini menjadi dua akses pilihan. Akan tetapi, bila jembatan sudah bisa dilalui, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Makin singkatnya jarak dan waktu tempuh, tentu saja sangat "matching" dengan prinsip "time is money" yang berlaku di kalangan pengusaha.

Jembatan Merah Putih juga akan mempermudah akses para mahasiswa Universitas Pattimura yang berjumlah sekitar 25.000 untuk beraktivitas di Poka. Selama ini sarana yang mereka pergunakan adalah angkutan ferry, perahu dan speedboad untuk menuju kampus Poka.

Para pengguna Jembatan Merah Putih Galala-Poka seperti motor dan mobil tidak akan dikenai biaya bila jembatan terbesar di Indonesia Timur itu sudah dioperasikan untuk umum. “Semua gratis". Ini merupakan sumbangan pemerintah pusat untuk Rakyat Maluku. Tidak ada pungutan dan  biaya perawatannya juga ditanggung oleh pemerintah. Namun dilarang pejalan kaki untuk singgah di atas jembatan karena dapat mengganggu arus lalu lintas..




Jembatan Merah Putih dibangun sejak 17 Juli 2011 dengan biaya sebesar Rp 772,9 miliar. Dana tersebut termasuk biaya pembangunan underpass Jalan Sudirman sebagai tempat berputar kendaraan dari dan menuju ke Jembatan Merah Putih.

Jembatan yang dibangun dengan sistem cable stayed ini menghubungkan Poka dan Galala di kawasan Teluk Ambon. Jembatan ini diharapkan dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari kota Ambon menuju Bandara Pattimura yang berkisar 35 Km dan sebaliknya, sehingga biaya operasi kendaraan dapat berkurang.







Selama ini harus ditempuh selama 60 menit dengan memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan kapal penyeberangan (ferry) antara Poka dan Galala dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, ditambah waktu antri.

Secara teknis, panjang jembatan tersebut adalah 1.140 m yang terbagi ke dalam tiga bagian yaitu: Jembatan Pendekat di sisi Desa Poka sepanjang 520 m, Jembatan Pendekat di sisi Desa Galala sepanjang 320 m, dan jembatan utama sepanjang 300 m yang merupakan tipe jembatan khusus, sistem beruji kabel atau cable stayed, dengan jarak antar pilon sepanjang 150 m.

LAIN DULU LAIN SEKARANG DEPAN AMBON PLAZA

Lain dulu lain sekarang, inilah tampilan depan Ambon Plaza yang biasa disingkat "AMPLAZ".  Amplaz merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang terletak di jantung Kota Ambon, tidak seberapa jauh dari Kantor Gubernur dan Gong Perdamaian Maluku.

Setiap hari aktivitas jual beli masih ramai di pusat perbelanjaan ini, walaupun saat ini Amplaz sudah mendapat saingan dari ACC (Ambon City Center) di Passo dan MCM (Maluku City Mall) di Tantui.




Kalau dilihat puluhan tahun yang lalu di tempat ini hanya sedikit orang yang berlalu-lalang, tidak ada kendaraan yang melintasi. Begitu sunyinya Depan Ambon Plaza tempo dulu. Mungkin saat foto ini diambil anda belum hadir di dunia ini. Tahun berapa ya foto depan Amplaz ini ??

Depan Amplaz Tempo Dulu

Selain amplaz (Ambon Plaza), banyak tempat yang perlu dikunjungi kalau berada di Kota Ambon. Tempat-tempat wisata dan hotel terbaik di Ambon perlu anda ketahui sebelum menginjakan kaki di Kota Ambon. Kota Ambon dikenal dengan julukan Ambon Manise yang berarti Ambon yang Manis, karena keindahan alam dan tempat-tempat wisata terutama wisata bahari.

KOTA AMBON MANISE

Kota Ambon adalah Ibu Kota Provinsi Maluku


Sejarah Kota Ambon :

Pada tahun 1575, saat dibangunnya Benteng Portugis di Pantai Honipopu, yang disebut Benteng Kota Laha atau Ferangi, kelompok-kelompok masyarakat kemudian mendiami sekitar benteng. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut kemudian dikenal dengan nama soa Ema, Soa Kilang, Soa Silale, Hative, Urimessing dan sebagainya. Kelompok-kelompok masyarakat inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Ambon. Dalam perkembangannya, kelompok-kelompok masyarakat tersebut telah berkembang menjadi masyarakat Ginekologis territorial yang teratur. Karena itu, tahun 1575 dikenal sebagai tahun lahirnya Kota Ambon. Pada tanggal 7 September 1921, masyarakat Kota Ambon diberi hak yang sama dengan Pemerintah Colonial, sebagai manifestasi hasil perjuangan Rakyat Indonesia asal Maluku. Momentum ini merupakan salah satu momentum kekalahan politis dari Bangsa Penjajah dan merupakan awal mulanya warga Kota Ambon memainkan peranannya di dalam Pemerintahan seirama dengan politik penjajah pada masa itu, serta menjadi modal bagi Rakyat Kota Ambon dalam menentukan masa depannya. Karena itu, tanggal 7 September ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Kota Ambon.  (ambon.go.id)

Gambar Kota Ambon : >>>

Entri Populer